Aceh Tamiang, Januari 2026 – Komunitas Coachnesia bersama Vanaya Institute menginisiasi gerakan kemanusiaan #CoachnesiaPeduliBencana sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui gerakan ini, keluarga besar Coachnesia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp75.000.000 yang kemudian disalurkan melalui kerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Kolaborasi ini bertujuan memastikan bantuandapat menjangkau masyarakat terdampak secara tepat sasaran, khususnya anak-anak.
Fokus Bantuan: Perlengkapan Sekolah
Respons awal difokuskan pada wilayah Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang. Berdasarkan data dampak bencana terhadap satuan pendidikan per Desember 2025, kebutuhan prioritas adalah perlengkapan sekolah untuk mendukungkeberlanjutan aktivitas belajar anak-anak.
Pada 9 Januari 2026, PKPA menyalurkan 150 paket school kit kepada anak-anak di Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka. Selain itu, PKPA juga merencanakan distribusi 240 paket school kit tambahan di Desa Pantai Cempa. Penyaluran bantuandilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pendampingan Relawan Berbasis Coaching
Selain bantuan fisik, program ini juga menghadirkan pendampingan relawan berbasis coaching untuk mendukung relawan yang bekerja di lapangan. Pendampingan ini bertujuan membantu relawan menghadapi tekanan emosional, kelelahan kerja, serta dinamika koordinasi tim selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal.
Salah satu coach dari Vanaya Institute sekaligus anggota Coachnesia, Coach Irwansyah, terlibat langsung dalam pendampingan relawan dari berbagai wilayah seperti Medan, Aceh Tamiang, Langkat, dan Aceh Barat. Para relawan menghadapitantangan seperti kelelahan emosional, kesulitan menjaga batas empati, serta terbatasnya ruang refleksi bersama dalam tim.
Melalui pendekatan 1-on-1 coaching, relawan diberikan ruang aman untuk merefleksikan pengalaman, menstabilkan emosi, dan menjaga keberfungsian pribadi maupun tim. Program ini melibatkan 84 coach dari komunitas Coachnesia yang akanmemberikan pendampingan dalam tiga sesi coaching. Pada tahap awal, sebanyak 22 coach dan coachee mengikuti sesi secara hybrid (offline dan online).

Kolaborasi Coachnesia, Vanaya Institute, dan PKPA menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia yang berada di garis depan responskemanusiaan.
Melalui sinergi antara komunitas profesional dan lembaga sosial, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih menyeluruh serta mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.


