CARE Model Perkaya Perspektif Kepemimpinan dalam Buku Global Mosaic Leadership

Jakarta, Februari 2026 — Lyra Puspa, President Vanaya & Co, berkontribusi sebagai penulis dalam buku internasional Mosaic Leadership: African, Asian, Middle Eastern, and Indigenous Perspectives. Buku ini menghadirkan beragam perspektifkepemimpinan dari berbagai budaya di dunia dan diluncurkan dalam Mosaic Leadership Conference, sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan secara daring pada 19 Februari 2026 pukul 10.00–16.00 UKI atau 11.00–17.00 CET, dan terbuka bagi para praktisi kepemimpinan, coach, akademisi, serta profesional yang tertarik mengeksplorasi pengembangan kepemimpinan melalui perspektif lintas budaya. 

Keberagaman wawasan budaya yang dihadirkan dalam buku ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak dibentuk oleh satu sudut pandang saja, melainkan oleh berbagai perspektif yang saling melengkapi. Bersama Jonathan Passmore, Dr. Badri Bajaj, dan Mongezi Makhalima yang telah mempertemukan para pemikir dari berbagai latar belakang global untuk menciptakan sebuah mosaik pemikiran mengenai pengembangan kepemimpinan.

Dalam buku tersebut, Lyra menulis sebuah bab berjudul “Rahmah Cultivated Compassionate Leadership.” Bab ini memperkenalkan CARE Model, sebuah kerangka brain-focused coaching yang telah diuji secara ilmiah menggunakan teknologi neuro. Model ini menjelaskan kepemimpinan berbasis compassion melalui nilai Rahmah, yang merupakan salah satu konsep kasih sayang yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an. Dalam konteks kepemimpinan, Rahmah diposisikan bukan sekadarsebagai emosi, melainkan sebagai kapasitas kepemimpinan yang dapat dikembangkan secara sadar. 

CARE Model mendukung pengembangan kepemimpinan dengan mengaktifkan proses neural Tafakkur (proses penalaran) dan Tadabbur (proses kontemplasi). Dengan semangat Rahmah, pendekatan ini menawarkan cara praktis untuk menumbuhkankepemimpinan yang penuh welas asih melalui ruang reflektif yang menghadirkan percakapan mendalam dan menggugah pemikiran. 

Melalui pendekatan tersebut, para pemimpin diharapkan mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang lebih reflektif, manusiawi, dan adaptif untuk menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks dan multipolar.

Share:

More Posts

Send Us A Message