Diskusi Produktivitas Nasional Bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI

Jakarta, Januari 2026 – Isu produktivitas kembali menjadi sorotan dalam agenda strategis pembangunan nasional. Peningkatan produktivitas dinilai sebagai kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Kementerian Ketenagakerjaan RI x GNIK x Vanaya Institute 

Dalam semangat tersebut, GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Vanaya Institute melakukan diskusi strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk membahas penguatan produktivitas tenaga kerjaIndonesia. 

Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., bersama jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan, di antaranya Prof. Sukro Muhab (Staf Ahli Menteri Kemnaker), Darmawansyah, S.T., M.Si. (Direktur JenderalPembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kamnaker), Muhammad Ali, Ph.D (Direktur Bina Produktivitas Kemnaker), tim GNIK yaitu Dr. Yunus Triyonggo, Muhammad Hatta, Sylvanus Hardiyanto, Zhafirah Putri, lalu tim Vanaya Institute yaitu Lyra Puspa, Sonny Sofjan, dan Raden Shafira Destiana. 

Produktivitas sebagai Agenda Prioritas Nasional 

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa tingkat produktivitas nasional Indonesia saat ini masih berada di bawah sejumlah negara ASEAN. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi multipihak—pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat—untukmenciptakan ekosistem produktivitas yang terintegrasi dan berkelanjutan. 

Diskusi Produktivitas Indonesia 

Menteri Ketenagakerjaan menekankan pentingnya transformasi pola pikir dan peningkatan kompetensi SDM sebagai fondasi daya saing nasional. Produktivitas tidak hanya dimaknai sebagai output kuantitatif, tetapi juga mencakup efektivitas sistemkerja, kualitas kepemimpinan, serta budaya organisasi. 

Kolaborasi GNIK x Vanaya Institute: “One Productivity Coach per Company” 

Sebagai tindak lanjut konkret, GNIK bersama Vanaya Institute mengusung inisiatif “One Productivity Coach per Company.” Program ini dirancang untuk memastikan setiap perusahaan memiliki kapasitas internal dalam mengelola dan meningkatkanproduktivitas secara berkelanjutan. 

Pendekatan productivity coaching diposisikan sebagai people skill strategis yang membantu organisasi dalam merencanakan solusi produktivitas secara sistematis, mengeksekusi program peningkatan kinerja, dan menjaga keberlanjutan dan dampakjangka panjang. 

Model ini selaras dengan standar Asian Productivity Organization (APO) serta tercantum dalam Rencana Induk Produktivitas Nasional 2025–2029 sebagai bagian dari roadmap strategis peningkatan produktivitas Indonesia. 

Membangun Ekosistem Produktivitas yang Terukur 

Diskusi ini menegaskan bahwa penguatan produktivitas tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan ekosistem yang terukur, aplikatif, serta terintegrasi dengan kebijakan nasional. Sinergi antara regulator, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan komunitas profesional menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi ini. 

Kolaborasi GNIK dan Vanaya Institute bersama Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia.  

 

Share:

More Posts

Send Us A Message