CERITA COACHNESIA

Coachnesia Peduli Bencana

Pilar Sosial

Movement ini membuka pemahaman baru bagi saya bahwa coaching tidak hanya hadir untuk pengembangan diri, tetapi juga dapat menjadi bentuk kepedulian bagi para relawan yang mendampingi penyintas bencana. Meski saya belum pernah mengalami langsung situasi bencana seperti yang mereka hadapi, melalui coaching saya belajar untuk hadir, mendengarkan, dan memberikan dukungan moril kepada mereka yang sedang berjuang di lapangan.

Para relawan memiliki peran besar dalam proses pemulihan. Mereka menyaksikan langsung kondisi penyintas, mendampingi masyarakat, dan tetap bergerak meski menghadapi tekanan emosional maupun kelelahan. Di sinilah coaching menjadi ruang aman bagi relawan untuk merefleksikan pengalaman, menata kembali energi, dan menjaga semangat mereka.

Dengan hadirnya coach yang menyaksikan apa yang para relawan alami dan perjuangkan, saya percaya hal itu dapat menjadi penguat secara moril. Mereka tidak berjalan sendiri. Ada ruang untuk didengarkan, dipahami, dan dikuatkan agar tetap optimis terhadap masa depan.

Bagi saya, menyaksikan semangat para coachee untuk terus berkembang, terutama dalam sisi pemberdayaan masyarakat, menjadi pengingat bahwa harapan itu terus ada untuk Indonesia. Semoga ilmu coaching yang telah saya pelajari dapat memberi manfaat, keberkahan, dan kebaikan bagi sesama.

Terima kasih kepada Coachnesia Movement, Vanaya Institute, para coach, relawan, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari Coachnesia Peduli Bencana. Semoga gerakan ini terus membawa dampak baik bagi kemanusiaan dan pemulihan masyarakat Indonesia.

Fadilannisa
President Director
Gapa Citramandiri
Coachnesia Batch 39