CERITA COACHNESIA

Sejarah Coachnesia

Awal Mula Lahirnya Coachnesia

Nama Coachnesia lahir dari ruang kelas The Art & Science of Coaching (TASC) Batch 3 tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Vanaya Institute bersama Erickson Coaching International. Saat itu, sekelompok peserta program sertifikasi coaching berbagi sebuah pertanyaan yang sederhana, namun memiliki makna mendalam: apa dampak coaching yang bisa kita berikan kepada Indonesia?

Pertanyaan tersebut tidak berhenti sebagai bahan diskusi di dalam kelas. Dalam salah satu sesi group coaching, para peserta diajak untuk memikirkan movement atau gerakan nyata yang dapat diwujudkan dalam tiga bulan setelah pelatihan berakhir. Mereka kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang ide gerakan yang relevan, berdampak, dan memungkinkan untuk direalisasikan.

Dari proses diskusi kelompok itulah muncul beberapa ide movement. Namun, ada satu gagasan yang mendapat perhatian dan persetujuan bersama: sebuah gerakan coaching untuk Indonesia. Ide tersebut kemudian diberi nama Coachnesia, yang memiliki makna Coaching for Indonesia.

Awalnya, Coachnesia hanya muncul sebagai ide dari sebuah batch pelatihan. Namun, semangat para peserta membuat gagasan tersebut tidak berhenti di ruang kelas. Ide yang semula sederhana kemudian benar-benar direalisasikan menjadi sebuah movement coaching yang bertujuan menciptakan dampak lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Coaching sebagai Sarana Melayani Indonesia

Para peserta TASC Batch 3 mulai menyadari bahwa keterampilan coaching bukan hanya alat untuk pengembangan individu dan organisasi. Lebih dari itu, coaching dapat menjadi sarana untuk melayani masyarakat luas.

Dengan pendekatan coaching, seseorang dapat didampingi untuk menemukan kejelasan, menggali potensi, membangun kesadaran diri, dan mengambil langkah nyata menuju perubahan. Proses ini tidak selalu membutuhkan intervensi yang rumit. Sering kali, perubahan dimulai dari percakapan yang hadir secara penuh, manusiawi, dan memberdayakan.

Fondasi coaching berbasis pendekatan Ericksonian yang dipelajari dalam program TASC memberikan cara pandang baru bagi para peserta. Mereka melihat bahwa rancangan program sosial dapat dibuat dengan cepat, ringan, dan tetap bermakna. Intinya adalah menghadirkan percakapan yang membantu orang menemukan jawaban dari dalam dirinya sendiri.

Coachnesia menjadi bukti bahwa sebuah movement besar dapat lahir dari percakapan sederhana. Gagasan yang awalnya muncul dalam konteks pembelajaran di satu batch pelatihan berkembang menjadi komitmen bersama untuk membawa coaching lebih dekat kepada masyarakat.

Semangat utama Coachnesia adalah menciptakan coaching movement se-Indonesia agar coaching tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak orang. Gerakan ini membawa pesan bahwa coaching dapat menjadi kontribusi nyata bagi bangsa, terutama dalam membangun kesadaran, kepemimpinan, dan pemberdayaan manusia Indonesia.

Dalam perjalanannya, Coachnesia tidak hanya menjadi nama, tetapi juga simbol dari niat baik para coach untuk berbagi. Melalui gerakan ini, coaching diposisikan sebagai medium untuk menciptakan dampak sosial, membuka ruang refleksi, dan membantu masyarakat melihat kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup maupun pekerjaannya. Pelopor gerakan Coachnesia adalah Coach Josef Bataona, Coach Aidil Akbar, dan Coach Thamrin Slamet. Mereka menjadi bagian penting dari lahirnya semangat awal Coachnesia sebagai gerakan coaching untuk Indonesia.

Kehadiran para pelopor ini memperkuat keyakinan bahwa coaching dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan manusia Indonesia. Dengan pengalaman, kepedulian, dan semangat pelayanan, Coachnesia mulai bergerak dari sebuah ide menjadi aksi yang lebih konkret.

Makna Coachnesia: Coaching for Indonesia

Secara sederhana, Coachnesia berarti Coaching for Indonesia. Namun, di balik nama tersebut terdapat pesan yang lebih besar. Coachnesia membawa semangat bahwa coaching dapat menjadi jalan untuk membantu masyarakat Indonesia bertumbuh, menemukan potensi, dan menciptakan perubahan positif.

Coachnesia lahir dari kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang percakapan yang sehat, reflektif, dan memberdayakan. Dalam dunia yang penuh tantangan, coaching hadir sebagai pendekatan yang membantu individu maupun komunitas melihat dirinya dengan lebih jernih, mengambil keputusan dengan lebih sadar, dan bergerak menuju tujuan yang bermakna.

Coachnesia sebagai Warisan Semangat Kolaborasi

Lahirnya Coachnesia merupakan contoh nyata kekuatan kolaborasi. Para peserta TASC Batch 3 tidak hanya belajar untuk menjadi coach, tetapi juga belajar untuk melihat bagaimana keterampilan tersebut dapat digunakan bagi kepentingan yang lebih besar.

Sesi group coaching menjadi ruang lahirnya ide, namun komitmen bersama membuat ide tersebut hidup. Inilah yang menjadikan Coachnesia bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan yang memiliki ruh: kolaborasi, pelayanan, dan kebermanfaatan.

Coachnesia mengingatkan bahwa coaching pada dasarnya adalah tentang manusia. Tentang mendengarkan. Tentang percaya bahwa setiap orang memiliki potensi. Dan tentang menciptakan ruang agar potensi tersebut dapat muncul dan berkembang.