JENJANG KUALITAS COACHING

Tidak Semua Coaching Sama

Coaching sering dipahami sebagai satu metode tunggal. Padahal dalam praktik profesional, coaching memiliki kedalaman dampak yang berbeda-beda. Besar atau kecilnya perubahan yang terjadi pada individu maupun tim sangat bergantung pada tingkat kedalaman seorang coach dalam menggali potensi, membangun kesadaran, dan menyentuh lapisan psikologis yang lebih dalam.

Literatur coaching modern membedakan coaching berdasarkan fokus dan kedalaman intervensinya. Sebagian pendekatan berorientasi pada peningkatan kinerja jangka pendek, sebagian lain menyasar perubahan perilaku, dan sebagian lagi menyentuh transformasi tata nilai serta identitas diri. Dari perspektif Brain-Focused Coaching, arah sasaran yang berbeda akan membutuhkan aktivasi atau modifikasi sistem otak yang berbeda pula.

Tiga Jenjang Dampak Coaching

Di Vanaya Institute, kami mengelompokkan kualitas coaching ke dalam tiga jenjang kedalaman dampak:

1. Performance Coaching

Pada jenjang ini, coaching membantu coachee untuk memperjelas tujuan dan strategi, menemukan solusi dari dalam dirinya sendiri, dan menguatkan mental juara demi mencapai kinerja puncak. Pendekatan ini efektif untuk:

  • Meningkatkan produktivitas karyawan
  • Meningkatkan motivasi kerja
  • Mengoptimalkan pencapaian target spesifik

Program pelatihan coaching pada jenjang ini adalah Coaching Style Leadership 101: Productivity Coaching.

2. Developmental Coaching

Jenjang kedalaman di level ini bertujuan membantu coachee untuk mengidentifikasi pola pikir dan pola perilaku yang membatasi kemajuan, mengembangkan kapasitas diri, dan membangun kebiasaan baru yang lebih efektif. Pendekatan ini cocok untuk:

  • Mengembangkan talenta dan calon pemimpin
  • Menguatkan kolaborasi di dalam tim
  • Mengawal transisi saat memasuki peran/posisi baru

Terdapat dua jenis program pelatihan coaching pada jenjang ini, yaitu Coaching Style Leadership 102: Leadership Coaching dan Coaching Style Leadership 103: Team Coaching.

3. Transformational Coaching

Pendekatan coaching pada jenjang ini bekerja pada level terdalam manusia, yakni tata nilai, system keyakinan, paradigma dalam memaknai realitas, dan identitas diri. Transformasi terjadi ketika seorang individu tidak hanya melakukan hal yang berbeda, tetapi menjadi pribadi yang berbeda. Pendekatan ini adalah yang paling tepat manakala ingin:

  • Mematangkan karakter diri dalam berbagai aspek
  • Mengubah budaya organisasi secara berkelanjutan
  • Melakukan transformasi strategis pada bisnis

Program pelatihan coaching pada jenjang ini adalah The Art & Science of Coaching, yang mencakup tiga jenjang sertifikasi: Essentials, Advanced, dan Mastery.

Kedalaman Coaching Menentukan Hasil

Tidak semua tantangan organisasi membutuhkan kedalaman yang sama. Jika sasaran Anda adalah peningkatan kinerja jangka pendek, performance coaching sudah memadai. Jika tujuan Anda adalah pengembangan kapasitas kepemimpinan dan perubahan perilaku, developmental coaching menjadi pilihan yang tepat.

Namun jika yang ingin dicapai adalah transformasi budaya, pergeseran pola pikir, dan perubahan fundamental dalam cara organisasi beroperasi, maka pendekatan transformational coaching diperlukan. Banyak organisasi ingin melakukan transformasi, tetapi menggunakan pendekatan yang hanya berfokus pada kinerja. Akibatnya, hasil terlihat di permukaan, namun akar persoalan tidak tersentuh.

Karena itu, sebelum membangun budaya coaching di dalam organisasi, pertanyaan strategisnya bukan “Apakah kita perlu coaching?” melainkan:

Seberapa besar perubahan yang ingin kita wujudkan?

Setiap jenjang kualitas coaching menghasilkan dampak berbeda. Kedalaman tujuan akan menentukan pilihan atas kedalaman pendekatan.

Pertanyaannya bagi kita adalah: “Sudahkan kita memilih pendekatan coaching yang tepat?”

– Lyra Puspa,

CEO Vanaya Institute

Program Terdekat